Friday

"Untuk 18 Tahun Keatas"

Lelah luar dalam hari ini..hehe, sepertinya terlalu berlebihan ya? :p
Tapi semua yang terjadi dari tadi pagi sampai malam ini, membuat saya berpikir tentang makna kedewasaan.


Kedewasaan itu apakah hanya deret angka atau deret Emosi, Intelektual dan Spiritual??
setiap manusia mempunyai perkembangan fisik yang sama, mulai dari kandungan, lalu setelah lahir menjadi bayi, Balita, anak-anak, lalu remaja dan semakin lama menjadi tua.
Tetapi tidak menjamin orang sudah tua lantas menjadi dewasa.
Kedewasaan itu mempunyai ukuran tertertu. seperti : dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, sudah bisa mempersiapkan hal-hal yang akan terjadi dimasa yang akan datang, kalau dia tidak mempersiapkan dirinya untuk lebih baik di masa sekarang. paling penting adalah orang dewasa adalah orang yang sadar kalau dirinya tidak lagi anak-anak yang selalu merengek, mengeluh, tidak menerima kenyataan, dll.

Sebab sebagai manusia yang sudah menyandang predikat “dewasa”, kita memiliki tanggung jawab penuh baik secara sosial, ekonomi dan hukum. Sebagai orang “dewasa” kita memiliki hak untuk menentukan pilihan sendiri dan bertanggung jawab atas pilihan tersebut.

Secara pribadi saya sendiri kurang setuju jika penetapan kedewasaan seseorang ditentukan oleh deret umur. Bagaimanapun, usia lebih menunjukkan sudah berapa lama seseorang lahir ke dunia ini. Sedangkan tingkat perkembangan emosional, kecerdasan dan spiritual seseorang lebih ditentukan oleh pribadi masing-masing.

Jika menetapkan standar seseorang dikelompokkan sebagai orang dewasa berdasarkan tingkat usianya, menurut Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (UUPA) pada Pasal 1 disebutkan bahwa anak adalah orang yang belum berusia 18 tahun.
Karenanya jangan heran kalau sekarang sudah tidak ada lagi petunjuk “film untuk 17 tahun keatas”. Jadi yang ada sekarang adalah “film untuk 18 tahun keatas” untuk kategori film untuk penonton dewasa :D

Marc & Angel (2007) mengemukakan bahwa kedewasaan seseorang bukanlah terletak pada ukuran usianya, tetapi justru pada sejauhmana tingkat kematangan emosional yang dimilikinya. Berikut ini pemikirannya tentang ciri-ciri atau karakteristik kedewasaan seseorang yang sesungguhnya dilihat dari kematangan emosionalnya.

1. Tumbuhnya kesadaran bahwa kematangan bukanlah suatu keadaan tetapi merupakan sebuah proses berkelanjutan dan secara terus menerus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan diri.
2. Memiliki kemampuan mengelola diri dari perasaan cemburu dan iri hati.
3. Memiliki kemampuan untuk mendengarkan dan mengevaluasi dari sudut pandang orang lain.
4. Memiliki kemampuan memelihara kesabaran dan fleksibilitas dalam kehidupan sehari-hari.
5. Memiliki kemampuan menerima fakta bahwa seseorang tidak selamanya dapat menjadi pemenang dan mau belajar dari berbagai kesalahan dan kekeliruan atas berbagai hasil yang telah dicapai.
6. Tidak berusaha menganalisis secara berlebihan atas hasil-hasil negatif yang diperolehnya, tetapi justru dapat memandangnya sebagai hal yang positif tentang keberadaan dirinya.
7. Memiliki kemampuan membedakan antara pengambilan keputusan rasional dengan dorongan emosionalnya (emotional impulse).
8. Memahami bahwa tidak akan ada kecakapan atau kemampuan tanpa adanya tindakan persiapan.
9. Memiliki kemampuan mengelola kesabaran dan kemarahan.
10. Memiliki kemampuan menjaga perasaan orang lain dalam benaknya dan berusaha membatasi sikap egois.
11. Memiliki kemampuan membedakan antara kebutuhan (needs) dengan keinginan (wants).
12. Memiliki kemampuan menampilkan keyakinan diri tanpa menunjukkan sikap arogan (sombong).
13. Memiliki kemampuan mengatasi setiap tekanan (pressure) dengan penuh kesabaran.
14. Berusaha memperoleh kepemilikan (ownership) dan bertanggungjawab atas setiap tindakan pribadi.
15. Mengelola ketakutan diri (manages personal fears)
16. Dapat melihat berbagai “bayangan abu-abu” diantara ekstrem hitam dan putih dalam setiap situasi.
17. Memiliki kemampuan menerima umpan balik negatif sebagai alat untuk perbaikan diri.
18. Memiliki kesadaran akan ketidakamanan diri dan harga diri.
19. Memiliki kemampuan memisahkan perasaan cinta dengan berahi sesaat.
20. Memahami bahwa komunikasi terbuka adalah kunci kemajuan.

Sumber dan terjemahan bebas dari:
http://www.marcandangel.com/2007/08/17/what-is-adulthood-20-defining-characteristics-of-a-true-adult/

No comments:

Post a Comment